Rabu, 21 September 2011

Kapan kawin..??

Fenomena pertanyaan ‘Kapan kawin???’ adalah fenomena umum saat pertemuan-pertemuan keluarga ataupun reuni dengan teman. Dan menjelang Lebaran yang penuh dengan silaturahmi, Bagi yang belum kawin pertanyaan menyebalkan ini biasanya muncul. cukup ironis kalo urutan ngomongnya “Minal Aidin Wal Faidzin ya” *cipika cipiki* “Kapan kawin??” ( HEMMM.. BARU MINTA MAAF UDAH LANGSUNG BIKIN DOSA!! TAMPAR AJA! TAMPAR! HAHAHA.. :D )
Pertanyaan ini begitu jamaknya sampai kita mungkin sudah take it for granted, selain ngebecandain dan menyiapkan balasan yang lucu2. Tapi gw pengen sok menganalisa fenomena ini lebih dalam, dari berbagai aspek...

“Kapan kawin?” justru bisa dianalisa dari sisi sang penanya. Latar-belakang dan motivasi penanya bisa memberikan berbagai interpretasi. Contoh:

Kalau sang penanya sudah menikah, dan pernikahannya bahagia, arti “Kapan kawin?” adalah: Gua ternyata happy banget menikah, dan gw sayang elu, dan pengen elu bisa ikutan happy… :)

Kalau sang penanya masih keluarga/teman dekat dengan yang ditanya, dan yang ditanya sebenarnya SUDAH kawin, maka maknanya menjadi: Gua salah apa sampe nggak diundang? Kok elu sombong banget? :’(

Menurut filsafat gue.. ”Kapan kawin?” juga memiliki aspek spiritual. Bagi yang percaya jodoh di tangan Tuhan, maka pertanyaan ini dalem banget, ditujukan bagi Sang Maha Kuasa dan Maha Pengatur Jodoh. Yang ditanya hanyalah medium, karena obyek terakhir dari pertanyaan adalah kehendak dan rencana Tuhan (lebih spesifiknya, “tangan Tuhan” yang konon mencengkeram jodoh kita)

Menanyakan “kapan kawin?”, dan berani MENJAWABNYA, adalah sebuah diskursi ketidakpastian dan delusi kendali akan masa depan (mampus gak tuh bahasa gue..!! :D)

Demikianlah sebuah tinjauan komprehensif atas pertanyaan sederhana “Kapan kawin?” yang ternyata tidak sesederhana itu. Akhir kata, mohon maaf kalau ada kata yang salah. Jarum patah jangan disimpan di dalam peti, kata yang salah jangan disimpan di dalam hati… ;)




2 komentar: