Kamis, 11 Agustus 2011

Hidup Penuh Tantangan

“Tulisan sederhana ini saya tujukan bagi teman-teman seperjuangan RISDA untuk terus mengukir asa, karya dan prestasi. Penulis hanya bermaksud ingin berbagi pemikiran saja” :)

Kehidupan merupakan wahana untuk belajar dan latihan mempertahankan diri (survive) agar tetap bertahan meskipun cekaman dan cobaan terus menghunjam diri ini. Kehidupan seseorang pasti diliputi dengan kesedihan, kesenangan, keberuntungan, dan kecelakaan. Itu semua sudah terdaftar dalam catatan Allah di Lauhil Mahfutz. Kadang dalam beberapa waktu seseorang akan berada dalam masa kejayaan, tapi di lain waktu mungkin justru berada pada ambang kemelaratan. Bagaikan roda berputar yang sisi satu akan bergantian posisi dengan sisi lainnya. Itulah kehidupan seseorang di dunia ini.

“Allah tidak akan mengubah nasib kaumnya, kecuali kaum itu mau mengubahnya”. Kalimat ini sungguh sangat menggugah semangat untuk terus memperbaiki hidup ini. Jadi, selama kita masih mau terus berusaha sungguh-sungguh dalam mencapai target tertentu maka Allah juga akan memberikan sesuatu sesuai dengan usahanya. Tapi, kadang seakan-akan kenyataanya lain. Misalnya, mungkin kita pernah merasa heran dan bertanya-tanya, mengapa si Firdy selalu mendapatkan nilai yang tinggi padahal dia jarang belajar, sedangkan si Nandar yang giat belajarnya justru mendapatkan nilai yang pas-pasan!!? Namun, sebenarnya kita jangan langsung menyimpulkan bahwa Allah tidak adil. Mungkin si Firdy memiliki kelebihan tersendiri yaitu pada saat mendengarkan pelajaran dari guru di kelas dia langsung bisa mengerti dan memahaminya sehingga meskipun jarang belajar di rumah dia bisa mengerjakan soal ujian. Sedangkan si Nandar mungkin harus membaca ulang atau menuliskannya kembali untuk dapat memahami pelajaran tersebut. Di sisi lain, mungkin si Firdy tidak bisa melukis sedangkan si Nandar lihai dalam melukis. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing... ya kan!!? ya dong..

Kehidupan memang penuh tantangan dan rintangan. Maka hanya seseorang yang bisa mengerti dan menghadapi dengan tuluslah yang akan bisa bertahan dari tantangan dan rintangan tersebut. Oleh karena itu, maka sudah seharusnya kita sebagai seorang yang beriman bisa bersabar, baik dalam melakukan kebaikan maupun dalam mencegah kemaksiatan. ”Sesungguhnya Allah akan menguji hambaNya sesuai dengan kemampuan hambaNya”.

Ayo Kita Berjuang Bersama !!!

"uyyee"

1 komentar:

  1. Cobalah untuk memainkan peranmu sendiri dalam hidup ini, jangan memerankan peran orang lain

    BalasHapus